Cara Menghadapi Anak Autis Ringan dengan Baik Benar

Cara Menghadapi Anak Autis ringan atau berat dengan benar. Berbagai pendapat mengenai anak autis memang sering beredar di masyarakat. Sebenarnya setiap anak memiliki keunikan masing-masing, untuk anak autis juga mempunyai keunikan terutama dalam hal bakat. Mungkin Anda pernah mendengar atau melihat seorang anak autis mampu berprestasi diberbagai bidang. Berita tersebut memberikan bukti bahwa seorang anak autis bisa memiliki potensi besar bahkan mampu menyaingi anak lainnya. Bunda tidak per berkecil hati harus selalu optimis sebab pemberian dari Alloh adalah yang terbaik walau kadang terlihat didepan mata tidak tampak demikian.

Cara Menghadapi Anak Autis Ringan / Berat dengan Baik Benar

Pemahaman yang selama ini melekat di masyarakat tentang anak autis sebaiknya diperbaiki termasuk dari diri ibunya sendiri, karena tidak semua anak autis kurang berbakat. Bagi sebagian para orang tua mungkin masih kurang tahu bagaimana cara menghadapi anak autis. Setiap tindakan seorang anak autis bisa dipengaruhi dari rangsangan luar seperti suara, faktor gerakan, atau cahaya bahkan perlakuan orang tua itu sendiri. Maka dari itu, sebenarnya para orang tua haruslah belajar / diberi bekal khusus mengenai pengetahuan anak autis.

Ada beberapa tahapan penting yang harus dilakukan orang tua untuk melatih tumbuh kembang dan kemampuan berbicaranya, seperti berikut ini:

Lakukan Terapi Wicara Anak Autis

Melakukan terapi wicara akan membantu si kecil yang kesulitan berbicara secara dua arah. Biasanya untuk anak autis sudah bisa berbicara tetapi masih kesulitan dalam berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan normal dengan orang sekitarnya. Sabarlah jangan melakukan perintah secara sengaja kepada anak untuk bisa berbicara normal sebelum mendapat terapi wicara karena akan memperburuk situasi apalagi jika memerintahkannya secara kasar bin kesal.

menghadapi anak autis

Berikan Jadwal Kegiatan Untuk Anak

Membuat jadwal kegiatan akan bermanfaat untuk memberikan waktu kepada anak dalam melakukan kegiatan tertentu secara rutin berulang-ulang. Gunakan jadwal berupa tulisan agar si anak juga bisa melakukan pelajaran membaca. Dengan jadwal tersebut maka otak anak akan mendapat rangsangan untuk mengingatnya.

Jauhkan Dari Tindakan Kasar Orang Tuanya
Sebisa mungkin jauhkan anak dari tindakan kasar. Bila anak suka memukul maka berilah pengertian bahwa tindakan tersebut tidak diperbolehkan, ingat ya Bunda, jangan bentak sikecil ya apalagi didepan umum. Anda juga bisa memberikan hadiah jika anak sudah bisa menghilangkan kebiasaan memukul. Tindakan pukulan bagi anak autis disebabkan dari rangsangan emosi ataupun keadaan mendesak atau mengancam.

cara menghadapi anak autis

Minta Dukungan Keluarga
Cobalah untuk minta bantuan keluarga untuk membantunya berinteraksi secara baik. Beri pengertian agar mereka tidak menyisihkan si kecil dan memintanya untuk memperlakukannya layaknya anak normal.

Berikan BrainQu Asupan Nutrisi Pada Otak Anak Utis Ringan dan Berat
Memberikan BrainQu sebagai multivitamin bagi anak autis bisa membantu perkembangan syaraf motorik, membantunya fokus, mudah berkonsentrasi. BrainQu sangat baik untuk mencukupi kebutuhan nutrisi si kecil dan menghilangkan berbagai gangguan kesehatan seperti meredakan batuk, membantu tidur nyenyak dan biidznillah menghentikan kebiasaan ngompol. Pastikan Anda meneteskan BrainQu 3 kali dalam sehari secara rutin agar si kecil makin sehat dan lancar berbicara. Cukup 3 tetes persekali minum ya. Rutinlah meminumnya sebagai ikhtiar demi buah hati tersayang.

Berikan Edukasi Lebih
Memberikan pemahaman tentang pendidikan memang cukup sulit dilakukan pada anak autis. Tetapi dari cara-cara yang bisa dilakukan seperti menggunakan gambar dan tulisan ternyata cukup membantu anak dalam memahami setiap materi yang diberikan. Memang memakan waktu cukup banyak tetapi, cara ini dinilai murah dan aman.
Berbagai cara penanganan anak autis di atas harus memperhatikan segala aspek mulai dari pendidikan, perilaku, dan kebutuhan nutrisi. Dan satu lagi, sikap sabar dan kasih sayang orangtua harus menjadi kebutuhan utama si kecil.

Tags:
author

Author: